Peter Higgs, Fisikawan

Peter Higgs

Peter Ware Higgs adalah seorang fisikawan teoretis asal Inggris yang terkenal atas kontribusinya dalam memahami massa partikel subatom. Ia lahir pada tanggal 29 Mei 1929 di Newcastle upon Tyne, Inggris, dan meninggal pada tanggal 8 April 2024 di Edinburgh, Skotlandia. Higgs dianugerahi Nobel dalam Fisika untuk karyanya tersebut.

Teori Revolusioner

Pada tahun 1960-an, Higgs mengusulkan bahwa pemecahan simetri spontan dalam teori elektrolemah bisa menjelaskan asal muasal massa partikel dasar secara umum dan dari boson W dan Z secara khusus. Mekanisme Higgs ini, yang juga diusulkan oleh beberapa fisikawan lainnya pada saat yang hampir bersamaan, memprediksi adanya partikel baru, yaitu boson Higgs.

Deteksi partikel ini menjadi salah satu tujuan besar fisika. Pada 4 Juli 2012, CERN mengumumkan penemuan boson tersebut di Large Hadron Collider. Mekanisme Higgs ini umumnya diterima sebagai salah satu komponen penting dalam Model Standar fisika partikel, tanpa mekanisme tersebut, beberapa partikel tidak akan memiliki massa.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Higgs lahir di distrik Elswick, Newcastle upon Tyne, Inggris. Ayahnya bekerja sebagai seorang insinyur suara untuk BBC. Akibatnya, karena asma masa kecil dan keluarganya sering pindah karena pekerjaan ayahnya dan kemudian Perang Dunia II, Higgs melewatkan beberapa masa sekolah awal dan diajar di rumah. Dia menghadiri Sekolah Grammar Cotham di Bristol dari 1941 hingga 1946, di mana dia terinspirasi oleh karya salah satu alumni sekolah, Paul Dirac, pendiri bidang mekanika kuantum.

Pada tahun 1946, pada usia 17 tahun, Higgs pindah ke City of London School, di mana dia mengkhususkan diri dalam matematika, kemudian pada tahun 1947 ke King’s College London, di mana dia lulus dengan gelar kehormatan kelas pertama dalam fisika pada tahun 1950 dan meraih gelar master pada tahun 1952. Dia dianugerahi Fellowship Penelitian 1851 dari Komisi Kerajaan untuk Pameran 1851, dan melakukan penelitian doktoralnya dalam fisika molekuler di bawah bimbingan Charles Coulson dan Christopher Longuet-Higgins. Dia meraih gelar PhD pada tahun 1954 dengan tesis berjudul Beberapa masalah dalam teori getaran molekuler dari universitas.

Karier dan Penelitian

Setelah menyelesaikan doktoratnya, Higgs diangkat sebagai Senior Research Fellow di University of Edinburgh (1954–56). Dia kemudian menjabat berbagai pos di Imperial College London, dan University College London (di mana dia juga menjadi dosen sementara matematika). Dia kembali ke University of Edinburgh pada tahun 1960 untuk mengambil posisi sebagai dosen di Tait Institute of Mathematical Physics, memungkinkannya untuk menetap di kota yang ia nikmati saat mengembara ke Western Highlands sebagai seorang mahasiswa pada tahun 1949. Dia dipromosikan menjadi Reader, menjadi Fellow of the Royal Society of Edinburgh (FRSE) pada tahun 1974 dan dipromosikan menjadi profesor teoretis pada tahun 1980. Setelah pensiun pada tahun 1996, dia menjadi profesor emeritus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *